This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pages

Selasa, 12 Juli 2016

Arti Kata Tips dan Trik

Salam untuk para sahabat Blogger di Indonesia.. Tentunya shobat sering mendengar dua kata ini di berbagai media, "Tips dan Trik". Karena dalam blog ini akan banyak dijumpai artikel seputar tips dan trik, maka perlu kiranya saya sajikan apa definisi dari kata Tips dan Trik tersebut. Selamat membaca !

Tips, adalah sebuah kata dari bahasa inggris, yang menurut saya artinya adalah saran / bantuan untuk melakukan sesuatu. ( karena kata ini tak ada di KBBI, ingat, ini dari bahasa inggris ). Mungkin ini arti yang lebih mendekati, yaitu sesuatu yang memberikan arah atau saran untuk keputusan atau tindakan.

Trik, juga merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa inggris. Menurut KBBI, trik artinya akal, muslihat; kiat: perancang pertunjukan melakukan - apa saja untuk mengisi menit-menit yg melelahkan. Kalau menurut saya definisinya adalah cara / alternatif untuk melakukan sesuatu. Untuk mempermudah, berikut beberapa sinonim trik : akal, cara, daya, kiat, kunci, muslihat, rahasia, resep, siasat, strategi, taktik.

Meski singkat dan sederhana, semoga ada manfaat, amin.
Akhir kata, semoga blog ini menjadi lebih maju, dan terus maju !

Kamis, 30 Juni 2016

Rasulullah di 10 Malam Terakhir Ramadhan

Amalan Nabi SAW di 10 Terakhir RamadhanRamadhan memang bulan istimewa. Bulan penuh makna, hikmah dan kemuliaan. Semua itu tidak terdapat pada bulan yang lain. Sehingga Ramadhan diberi julukan sebagai sayyidus syuhur atau penghulunya bulan. Tidak heran, karena di dalam bulan suci itu terkandung kedalaman makna spiritual maupun sosial. Sebuah makna yang menyatukan antara aspek lahiriyah dan bathiniyah, spiritual dan material, serta aspek duniawi dan ukhrawi. Sehingga segala aktifitas di dalamnya memiliki keistimewaan tersendiri dibanding dengan bulan-bulan selainnya.

Wajar kalau Rasulullah saw., para sahabat, dan orang-orang saleh terdahulu senantiasa menjadikan ramadhan sebagai momen untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya keuntungan pahala dengan semakin meningkatkan kualitas maupun kuantitas ibadah. Utamanya pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Aisyah ra. mengatakan:

« كَانَ رسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَجْتَهِدُ في رَمَضَانَ مَا لاَ يَجْتَهِدُ في غَيْرِهِ ، وَفِي العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْهُ مَا لا يَجْتَهِدُ في غَيْرِهِ ».

Rasulullah saw. sangat giat beribadah di bulan ramadhan melebihi ibadahnya di bulan yang lain, dan pada sepuluh malam terakhirnya beliau lebih giat lagi melebihi hari lainnya. (HR. Muslim)

Rasulullah saw. mewanti-wanti agar umatnya memperhatikan lailatul qadr pada 10 malam terakhir. Beliau bersabda:

« تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ ».

Carilah lailatul qadr pada tanggal ganjil di sepuluh malam terakhir bulan ramadhan. (HR. Bukhori)


Berbagai kegiatan ibadah bisa dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat ra. 10 Malam Terakhir Ramadhan antara lain :

1. I’tikaf di masjid dengan niat yang khusus dan disertai ibadah. Imam Nawawi dalam kitab An-Nihayah mengartikan i’tikaf sebagai menetapi sesuatu dan menempatinya. Maka orang yang menetap di masjid dengan melaksanakan ibadah di dalamnya disebut orang yang beri’tikaf. Rasulullah saw. biasa melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir ramadhan. Ibnu Umar ra. Berkata:

« كَانَ رسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ »

Rasulullah saw. beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. (HR. Mutafaq ‘alaih)

Dari Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ,

أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

“Sesungguhnya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri beliau beri’tikaf setelah itu.”

2. Qiyamul Lail. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berdiri (untuk mengerjakan shalat) pada lailatul qadr karena keimanan dan hal mengharap pahala, akan diampuni untuknya segala dosanya yang telah berlalu.”

Perihal amalan ini juga diterangkan oleh Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ,

كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Adalah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, bila sepuluh malam terakhir telah masuk, mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”


3. Memperbanyak bersedekah. Ibnu Abas ra. berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ، صَلىَّ الله عليه وسلم، أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا َيكوُنْ ُفِيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ.

Rasulullah saw. adalah orang yang sangat dermawan kepada siapapun, dan pada bulan ramadhan beliau lebih dermawan lagi saat Jibril menemui beliau. (HR. Mutafaq ‘alaih)

4. Memperbanyak Berdo’a.

Dari Aisyah ra. ia berkata kepada Rasulullah saw. Ya Rasulullah, bagaimana jika suatu malam aku mengetahui bahwa itu malam lailatul qadar, apa yang harus aku baca? Beliau bersabda, bacalah;

« اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنّي »

Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, Engkau menyukai permintaan maaf maka ampunilah aku. (HR. Tirmidzi)


5. Membaca Al Qur’an

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam memberi perhatian lebih terhadap Al-Qur`an pada bulan Ramadhan sehingga Jibril turun pada bulan Ramadhan untuk Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang membaca Al-Qur`an sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Abbas radhiyallâhu ‘anhumâ bahwa beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَلْقَاهُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ فِيْ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Adalah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam orang yang terbaik dengan kebaikan, dan beliau lebih terbaik pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya Jibril menjumpai beliau setiap tahun pada (bulan) Ramadhan hingga bulan berlalu. Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam memperhadapkan Al-Qur`an kepada (Jibril). Apabila Jibril menjumpai (Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam), beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang lebih baik dengan kebaikan daripada angin yang berembus tenang.”

Demikian beberapa kutipan hadits mengenai Amalan Nabi SAW di 10 Terakhir Ramadhan yang dapat saya share. Semoga bermanfaat, amin.

Jangan lewatkan untuk membaca artikel analisis Imam Al-Ghozali mengenai Waktu MalamLailatul Qadar.


Cara Berpuasa Nabi Muhammad SAW

Cara Berpuasa Rasulullah SAW - Ramadhan adalah bulan yang amat istimewa. Bulan diturunkannya Al-Qur’an. Bulan dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka, serta dibelenggunya syetan. Bulan dilipat-gandakannya pahala amal baik. Bulan dihapusnya dosa-dosa yang telah lalu. Bulan turunnya malam Lailatul Qodar. Demikian banyaknya keutamaan dan keistimewaan bulan ramadhan, maka raihlah keutamaan secara sempurna dengan melaksanakan ibadah puasa ramadhan sesuai Cara Berpuasa Nabi Muhammad SAW.

Hadits dari Ubadah bin As-Shamit, bahwa Rasulullah memberikan khutbah singkat dalam rangka menyambut bulan Ramadhan :

“Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan dan Dia kabulkan doa. Pada bulan itu Allah akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian dan perlihatkan kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya yang celaka, adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmat Allah SWT” (Hr. Thabrani)

Pengertian Puasa
Secara bahasa, puasa bermakna “ menahan diri “. Sedangkan menurut istilah syara’ adalah menahan diri  dari segala sesuatu yang membatalkan mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, karena semata untuk menunaikan perintah Allah SWT, dengan disertai niat dan syarat tertentu.

Puasa Ramadhan dilaksanakan berdasarkan firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Dalam hadits, Nabi Muhammad SAW juga menegaskan bahwa Islam dibangun dengan lima pondasi, yang kelima adalah berpuasa pada bulan ramadhan.

بُنِي الْإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ اَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, وَإِقَامِ الصَّلاَةِ, وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ, وَحَجِّ الْبَيْتِ, وَصَوْمِ رَمَضَانَ. (رواه البُخَارى ومسلم و احمد).

Lima pondasi tersebut adalah : (1) bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad SAW adalah utusan Allah, (2) mengerjakan Shalat, (3) mengeluarkan Zakat, (4) melaksanakan Haji, dan (5) berpuasa pada bulan Ramadhan.

Puasa Ramadhan dimulai dengan :
1) Melihat hilal (bulan) ramadhan setelah terbenam matahari pada akhir bulan sya’ban (tanggal 29).
2) Penetepan syar’i berdasarkan keterangan 2 orang saksi yang telah melihat bulan.
3) Penetapan awal ramadhan menggunakan hisab. Yaitu apabila bulan tidak terlihat maka bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari.

Adapun syarat sah dalam melaksanakannya adalah :
(1) Islam, (2) Mumayyiz, dapat membedakan mana yang baik dan buruk, (3) Suci dari haid dan nifas


A. Niat Berpuasa

Sebelum melaksanakan puasa, kita wajib berniat terlebih dahulu. Puasa kita niatkan sebelum terbit fajar, berdasarkan hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam

مَنْ لَمْ يُجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa yang tidak niat untuk melakukan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya”

Khusus untuk puasa yang sunnah, kita boleh berniat puasa setelah fajar terbit apabila sebelumnya kita belum makan. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah datang ke ‘Aisyah pada selain bulan Ramadhan, kemudian beliau bersabda:
“Apakah engkau punya santapan siang? Maka jika tidak ada aku akan berpuasa” (HR. Muslim).

B. Waktu Berpuasa

Puasa dimulai dari terbitnya fajar hingga hilangnya siang dengan datangnya malam, dengan kata lain hilangnya bundaran matahari di ufuk.


وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْ


Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam (Al-Baqarah: 187)

C. Hal-hal yang membatalkan puasa

1. Makan dan Minum
Makan atau minum di siang hari sewaktu puasa, maka puasa kita batal. Kecuali jika kita lupa kalau sedang puasa, maka makan dan minum tersebut tidaklah membatalkan puasa. Kita bisa melanjutkan puasa kita secara sempurna.

Dalilnya adalah hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam,

(( مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمّ، فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ، فَلْيَتِمْ صَوْمَهُ. فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ))
“Jika seseorang lupa ketika ia berpuasa, lalu dia makan dan minum, maka hendaklah menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim).

2. Muntah dengan Sengaja
Muntah dengan sengaja dapat membatalkan puasa. Dalilnya adalah hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ ذَرَعَهُ قَيْءٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَإِنِ اسْتَقَاءَ فَلْيَقَضِ

“Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya untuk mengqadha (mengganti) puasanya, dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha puasanya”.

Sebenarnya ada beberapa hal lain yang bisa membatalkan puasa. Insya Allah kalian bisa mempelajarinya ketika kalian beranjak dewasa.

D. Sunnah Puasa

1) Makan Sahur dan mengakhirkan waktu makan sahur.
Disunahkan untuk mengakhirkan makan sahur sesaat menjelang tibanya waktu subuh. Dari Anas bin Malik ra :

“Kami makan sahur bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau shalat” Aku tanyakan (kata Anas), “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?” Zaid menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur’an” (HR. Bukhari dan Muslim)

Makan sahur yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW memiliki beberapa hikmah, antara lain:

Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahul Kitab (orang Yahudi dan Nashrani):
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ، أكْلَةُ السَّحَرِ

“Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur” (HR. Muslim)

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السُّحُوْرِ بَرَكَةً

“Makan sahurlah kalian karena dalam sahur ada barakah” (HR. Al-Bukhori dan Muslim).

E. Akhlaq Orang Berpuasa

Selain menjaga mulut kita dari makan dan minum, ketika berpuasa kita juga harus menjaga mulut dari berkata-kata kotor, keji dan dusta. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan melakukannya, maka Allah Azza wa Jalla tidaklah butuh atas perbuatannya meninggalkan makan dan minum” (HR. Al-Bukhori)

 لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ اْلأَكْلِ وَالشَّرَبِ إِنَّمَا الصَّيَامَ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ فَإِنْ سَابَكَ أَحَدٌ اَوْجَهِلَ عَلَيْكَ فَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ , إِنِّي صَائِمٌ 

“Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu atau tidak mengetahui perkaramu, maka, katakanlah: Aku sedang puasa, aku sedang puasa”

Oleh karena itu, jagalah lisanmu dari berkata-kata yang kotor, keji dan dusta agar puasamu tidak sia-sia, sebagaimana sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam : “Berapa banyak orang yang puasa, bagian dari puasanya hanyalah lapar dan haus (semata)”

F. Hal-hal yang Dibolehkan Ketika Puasa

1. Bersiwak
Kalian tahu siwak kan? Siwak itu kayu berukuran kecil yang dipergunakan untuk membersihkan gigi. Ketika sedang berpuasa, kita boleh mempergunakannya untuk membersihkan gigi kita, terutama ketika akan sholat. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي َلأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوِاكِ عِنْدَ كُلَّ صَلاَةٍ
“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak setiap kali akan sholat” (HR. Al-Bukhori dan Muslim).

2. Berkumur dan Istinsyaq (Memasukkan Air ke dalam Hidung ketika Berwudhu)
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk bersungguh-sungguh di dalam melakukan istinsyaq. Namun beliau melarang untuk berlebih-lebihan apabila sedang berpuasa. Beliau bersabda, “Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq kecuali dalam keadaan puasa”
وَبَالِغْ فِي اْلإِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَائِماً 

3. Mengguyurkan Air ke Atas Kepala karena Panas atau Haus
Apabila kita merasa kepanasan atau haus, maka kita diperbolehkan untuk mengguyurkan air ke kepala kita. Dalilnya adalah hadits,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ e يَصُبُّ الْمَاءَ عَلَى رَأْسِهِ وَهُوَ صَائِمٌ مِنَ الْعَطْشِ أَوْ مِنَ الْحَرِّ

“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mengguyurkan air ke kepalanya dalam keadaan puasa karena haus atau kepanasan”

G. Berbuka Puasa

Dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ ))


“Senantiasa manusia berada di dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Berbukalah dengan Buah Kurma
Pada saat berbuka, disunnahkan untuk membatalkan puasa kita dengan kurma, baik yang basah maupun yang kering. Namun apabila tidak ada, maka kita berbuka dengan air sebagaimana kebiasaan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Anas bin Malik ra. pernah bercerita,

كاَنَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ رُطَبَاتٍ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ حَسَى حَسَوَاتٍ مِنَ مَاءٍ

“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthob) sebelum sholat. Apabila tidak ada yang basah, maka beliau berbuka dengan kurma kering (tamr). Jika tidak ada juga, maka beliau minum dengan satu tegukan air”

Sedangkan aktifitas Rasulullah di 10 hari terakhir ramadhan terangkum dalam artikel : Rasulullah di 10 Terakhir Ramadhan. Demikianlah beberapa Tata Cara Berpuasa Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat, amin.

Jangan lupa untuk mempersiapkan diri beribadah dengan sungguh-sungguh di malam Lailatul Qadar, yang menurut Imam Ghazali bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di 10 terahhir ramadhan. serta berdoa pada Waktu Istijabah Berdoa di Bulan Ramadhan.

Selasa, 28 Juni 2016

Doa Nabi Di Bulan Ramadhan dan Waktu Istijabah

Doa Nabi di Bulan Ramadhan dan Keutamaan Ramadhan - Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal soleh yang dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena itu, kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak melakukan amal kebaikan dan meninggalkan kemaksiatan.

Diantara keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut, disebutkan dalam beberapa riwayat:

1. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, dibuka pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan juga terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam lailatul qadar. Rasulullah saw. bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. (HR. Ahmad)

2. Allah swt. membebaskan penghuni neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ 

Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam, Allah swt. memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. (HR. Tirmidzi)

3. Puasa Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan berikutnya. Rasulullah saw. bersabda:

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ

Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-­dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar. (HR. Muslim)

4. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya ikhlas. Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Pahala bagi orang yang memberi buka pada orang yang puasa, maka akan mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut.

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut. (HR. Ahmad)

6. Sedekah yang paling baik adalah sedekah yang dilakukan pada bulan Ramadhan.

أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ

Rasulullah saw. pernah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

7. Orang yang menghidupkan bulan Ramadhan dengan beribadah, maka dosa-­dosanya diampuni oleh Allah swt. Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab, Rasulullah saw. bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya. (HR. Baihaqi)

9. Puasa dan Al-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang yang mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah saw. bersabda:

اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ

Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, Al-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.”  (HR. Ahmad)

10. Orang yang melaksanakan Umrah pada bulan Ramadhan maka mendapat pahala seperti melakukan Haji. Rasulullah saw. bersabda:
فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji. (HR. Bukhari)


Doa Nabi di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, penuh berkah dan mustajab, maka kita sangat dianjurkan banyak berdoa. Diantara doa-doa penting dibaca pada bulan Ramadhan adalah:

1. Doa Bulan Rajab dan Sya'ban Menyambut Ramadhan:

اَللَّهُمَّ باَرِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْناَ رَمَضَانَ

"Ya Allah, berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya'ban dan pertemukan kami dengan bulan Ramadhan." (HR. Ahmad)

2. Doa Lailatul Qadr:

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا

Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada ampunan, maka ampunilah kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah. (HR. Tirmidzi)

3. Doa Shalat Witir:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ

Maha Suci Engkau penguasa yang memiliki kesucian. (HR. Nasa’i)

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Maha Suci Engkau Dzat yang memiliki kesucian, Tuhannya para Malaikat dan Ruh. (HR. Daruquthni)

4. Menjelang Berbuka sebaiknya Membaca doa:

أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ اللهُ أسْتَغْفِرُ اللهُ أسْألُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Saya bersaksi tidak ada Tuhan Selain Allah, Saya mohon ampun kepada Allah, Saya mohon Ridha-Mu, Surga­-Mu dan selamatkanlah saya dari neraka-Mu.

5. Doa pada saat berbuka Puasa

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَّتْ العُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ

Ya Allah, Aku berpuasa hanya untuk-­Mu dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Hilanglah rasa haus, tenggorakan menjadz basah, semoga pahala ditetapkan, insya Allah." (HR. Abu Dawud)

6. Jika Berbuka di tempat orang lain, maka dianjurkan mengucapkan:

أفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ اْلأبْرَارَ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلاَئْكَةُ

Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang puasa. Orang-orang baik memakan makanan kalian, dan para malaikat mendoakan kalian." (HR. Abu Dawud)

Waktu Istijabah di Bulan Ramadhan

Ada tiga waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan. Maka raihlah keutamaan tersebut dengan terus memperbanyak doa. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan bahwa masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak do’a ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak do’a tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 66).

Pernyataan yang dikatakan oleh Ibnu Katsir menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah salah waktu terkabulnya do’a. Namun do’a itu mudah dikabulkan jika seseorang punya keimanan yang benar.
Ibnu Taimiyah berkata, “Terkabulnya do’a itu dikarenakan benarnya i’tiqod, kesempurnaan ketaatan karena di akhir ayat disebutkan, ‘dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran’.” (Majmu’ah Al Fatawa, 14: 33-34).

Perihal Ramadhan adalah bulan do’a dikuatkan lagi dengan hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)

Waktu Istijabah di Bulan Ramadhan
Ada tiga waktu utama terkabulnya do’a di bulan Ramadhan:

1- Di Waktu Sahur
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758). Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

2- Ketika Sedang Berpuasa
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)

3- Ketika Berbuka Puasa
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutkan bahwa kenapa do’a mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Dan terlebih lagi saat menjelang berbuka ketika menanti tibanya azan Magrib. Kita harus memanfaatkan waktu sebaiknya untuk berdoa saat itu. Maka, saudaraku, manfaatkan kesempatan emas menjelang berbuka dengan mengajukan berbagai permintaan kepada Allah ta’aala. Sebab sebagian masyarakat kita malah menghabiskan waktu dengan ngobrol tidak karuan menjelang magrib di bulan Ramadhan. Padahal coba perhatikan hadits berikut:

سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah 1743)

Demikian beberapa Doa Nabi di Bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat, dan semoga Allah menerima setiap do’a kita panjatkan di bulan Ramadhan, amin.

sumber : www.nu.or.id

Jumat, 24 Juni 2016

7 Cara Mudah Menembus Halaman Pertama Google

Cara Mudah Menembus Halaman Pertama Google - Ada banyak artikel yang mengupas seputar tips dan trik agar Artikel Blog bersahabat dengan mesin pencari Google, Yahoo dan Bing, Artikel Blog Terindex Cepat oleh Google, Artikel Blog Mudah Terbaca Google, Artikel Blog Mendapat Ranking 10 besar Google, Artikel Blog tampil di Halaman Pertama Google, dan seterusnya.

Hal-hal yang perlu mendapat perhatian sobat dalam menulis Artikel Blog agar bisa Tampil Cepat di Halaman Pertama Google, artikel blog mudah terindex Google, atau artikel blog mendapat ranking Google, adalah sebagai berikut :

1). Awali dengan melakukan Riset Keyword, misal melalui KeywordPlanner, KeywordTool, atau Ubbersuggest -> https://adwords.google.com/KeywordPlanner
2). Tetapkan judul yang unik dan menarik, serta tulis dengan format tulisan title case. Hindari menggunakan judul yang hampir sama dengan judul sebelumnya, panjang judul lebih dari 50 karakter dan menghindari penggunaan kata berhenti, seperti : ke, dan, yang, sebuah, dalam dsb.
3). Berikan perhatian penuh pada kalimat yang ada di paragraf pertama, dengan menempatkan kata kunci di awal kalimat. Juga jangan lupa untuk menempatkan kata kunci di bagian tengah dan akhir artikel. Kepadatan kata kunci dalam artikel disarankan sebanyak 2% dan maksimal 3.5%.
4). Gunakan heading H1, H2, H3 : Hal lain yang tidak boleh Anda lewatkan adalah penggunakan H1, H2 dan H3 untuk kata kunci yang akan dijadikan target.
5). Buatlah artikel yang berkualitas, bukan hasil copy paste, dan selalu dicari banyak visitor. Disarankan panjang artikel di atas 500 karakter.
6). Susun deskripsi penelusuran untuk artikel singkat, padat dan fokus pada topik/kata kunci yang menjadi target.
7). Beri tautan internal antar artikel sejenis/saling berkaitan yang ada dalam blog anda.
8). Tentukan label (kategori) dari artikel blog yang diposting, misal : blog, budidaya, manajemen dst.
9). Selalu perbaharui isi blog secara teratur dengan artikel baru, syukur kalo sobat bisa memposting satu artikel dalam tiap hari.

Untuk sempurnanya blog yang baru dibuat, terapkan juga beberapa tehnik yang ada pada artikel berikut : Cara Membuat Blog di BlogspotCara Mempercantik BlogCara Pertama Otak-Atik BlogCara Mengganti Template Blog, juga Cara Template Blog SEO Friendly.

Agar Template Blog SEO Friendly terhadap Mesin Pencari Google, sehingga agar Artikel Blog Dapat Ranking 1 Google, Artikel Blog Terindex Cepat oleh Google, Artikel Blog Tampil di Halaman Pertama Google, maka perhatikan hal berikut :

(1). Tentukan Tema dan Domain yang spesifik, serta aktifkan Deskripsi Penelusuran. Login ke akun blogger sobat, cari di bagian Setelan Dasar dan Preferensi Penelusuran untuk mengatur hal tersebut.
(2). Gunakan Template Blog yang Mobile Friendly dan Responsive Design
(3). Pilihlah template yang ringan, jumlah Kb datanya kecil, dan kolom artikelnya di sebelah kiri sedang sidebarnya di sebelah kanan.
(4). gunakan template blog yang struktur penulisan Title Tag-nya “Judul Postingan – Judul Blog”, bukan judul blog dulu baru judul postingan. Contoh : “Cara Membuat Blog – Cara Mudah”.
(5). template blog memiliki navigasi yang mudah, sehingga memudahkan visitor dalam melakukan pencarian data dalam blog sobat, misal template blog memiliki menu navigasi, widget related post, search box, breadcrumbs, dll.
(6). Ganti kode “<h3 class=’post” dengan “<h2 class=’post” juga ubah end tag-nya.
(7). ketikkan scrip berikut tepat di bawah <head>
<meta content-‘text/html; charset=utf-8’ http-equiv=’Content-Type’/>
<meta content=’isi dengan deskripsi blog sobat’
<meta content=’isi dengan keyword blog anda’
nama=’keywords/>

Sedangkan cara mudah lain yang ikut andil agar Artikel Blog Ranking 1 Google, Artikel Blog Cepat Terindex Google, sehingga Artikel Blog Tampil di Halaman Pertama Google, antara lain :

1. Buatlah URL yang langka tapi mudah diingat
2. Lakukan submit URL blog dan artikel blog ke Google Blog Search :  www.google.com/webmasters/tools/submit-url -> masukkan URL artikel blog -> Submit blog
3. lakukan ping pada artikel yang baru diposting biar bisa tampil di halaman pertama Google, melalui laman : pingoat.com, pingler.com atau pingomatic.com
4. Share artikel yang di posting pada media sosial atau sosial bookmarking , seperti Google Plus, Facebook, Twiter dan lainnya.
5. Bangun backling berkualitas dari artikel yang relevan dan memiliki pagerank tinggi, 1 backling berkualitas sama dengan 100 backlink kurang berkualitas.
6. Uji dan buat Peta Situs Blog ke Google di www.google.com/webmasters/tools

Sedangkan yang masih kesulitan dalam membuat dan mengelola blog, maka baca artikel berikut : Cara Membuat Blog di Blogspot, Cara Mempercantik Blog, Cara Pertama Otak-Atik Blog, Cara Mengganti Template Blog, juga Cara Template Blog SEO Friendly.

Inilah rangkuman dari beberapa artikel yang mengupas seputar Cara Agar Blog Tampil di Halaman Pertama Google, Artikel Blog Cepat Terindex Oleh Google, Artikel Blog Terbaca dengan Cepat di Search Engine Google, Cara Menembus Halaman Pertama Google. Semoga rangkuman ini bermanfaat untuk sobat blogger pemula sebaga Strategi Meraih Ranking dari Google.